AKHLAK DAN SIFAT RASULULLAH MUHAMMAD SAW.


AKHLAK MULIA RASULULLAH MUHAMMAD SAW.

Satu lagi peristiwa mencengangkan ditunjukkan Rasulullah pada saat penaklukan kota Makkah.
Kota Suci dikuasai umat Islam. Lawan perang benar-benar tak berkutik. Tapi, Nabi
Muhammad memang punya cara-cara tersendiri dalam menghadapi mantan musuh-
musuhnya.
Tak ada darah menetes di dalam ataupun sekitar Masjidil Haram. Penghancuran patung
berhala di sekeliling Ka’bah pun dilakukan atas permintaan penduduk Makkah. Sejak awal,
Nabi mewanti-wanti berbagai bentuk kekerasan dan perusakan karena musuh tidak
lagi menyerang.

Sikap anti-pemaksaan justru mengantarakan peristiwa Fathul Makkah pada kemenangan
yang kian gemilang. Musyrikin Quraisy berbondong-bondong memeluk Islam, terutama
setelah pemimpin tertinggi mereka, Abu Sofyan berikut keluarganya secara suka rela
mengucapkan dua kalimat syahadat.

Hanya saja, kesadaran tauhid tidak selalu berlangsung segera. Seorang panglima Quraisy
bernama Shofwan bin Umayyah sempat berketetapan masuk Islam tapi urung. Dia
membutuhkan beberapa waktu untuk membulatkan niatnya itu.
“Berilah saya waktu seminggu untuk berpikir, apakah saya harus masuk Islam atau tidak,”
kata Shofwan kepada Nabi. “Jangan seminggu,” sergah Nabi.
Shofwan kaget dan bertanya, “Apakah itu terlalu lama?”

“Tidak,” Rasulullah menyahut, “Terlalu singkat. Kuberi kau waktu selama dua bulan. Apakah
akan mengucapkan syahadat atau tidak. Pikirkanlah masak-masak sebab Islam adalah
agama bagi orang-orang berakal dan menggunakan akalnya untuk berpikir. Tiada
agama bagi orang yang tak memiliki akal.”

Ketika di Mekkah dinilai kurang memberi harapan dalam berdakwah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sempat menyampaikan dakwahnya ke daerah Thaif. namun apa yang terjadi ? ketika baru sampai diperbatasan kota Thaif. Nabi disambut dengan lemparan-lemparan batu dan potongan-potongan besi. akibatnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam mengalami luka parah.

Pada saat Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam masih dihujani batu dan potongan besi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu berdoa “ya Allah, jangan Kau turunkan siksa kepada mereka yang melempariku. sebab mereka bukan orang yang jahat, tapi mereka orang yang belum tau bahwa aku adalah RasulMu. tunjukkan mereka kepada jalanMu yang benar dan ampunilah mereka serta sayangi mereka”

Demikian juga, kejadian yang serupa pernah terjadi pada waktu perang uhud. dimana beliau terlemparkan kepada suatu lembah yang cukup dalam. dan dengan secara kejam, seorang lawan melemparkan tombaknya yang tajam ke muka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam. pada waktu itulah gigi Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam patah dan dari mulutnya menyemburkan darah. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam tersungkur ke pasir dengan muka penuh darah.

Melihat kejadian itu, seorang sahabat menjerit menangis karena mengetahui pemimpin yang dicintainya disiksa secara kejam. dan sahabat yang menjerit lalu berkata “ya Rasulullah, doakan saja orang yang jahat dan kejam itu supaya disiksa oleh Allah, sebab doamu pasti dikabulkan oleh Allah”

Namun apa yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam ? pada saat itu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lalu berdoa : “ya Allah, jangan Kau turunkan siksa kepada orang yang menombak aku. tunjukkanlah ia kepada jalanMu yang benar dan sayangilah dia serta ampuni kesalahannya”

Sungguh luar biasa akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, bahasa tingkah lakunya mencerminkan akhlak mulia artinya ajaran Islam tidak mengenal dendam. dendam ini sejatinya merupakan musuh iman. aktualisasinya, pada saat seseorang memiliki iman, ia akan mengenal dendam. sehingga dalam pikirannya akan terucap “antara dendam dan iman tidak mungkin bersatu dalam satu diri”

Bagi umat Islam yang mampu menerapkan bahasa keteladanan Nabi itu, Allah menjanjikan pahala yang besar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (٤٠)

 “dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa yang memaafkan dan membalas dengan kebaikan, pahalanya [yang besar] di tanggung oleh Allah” (Qur’an Surah Asy Syuura:40)

Pada ayat yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan,

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ (١٢٦)

“Jika kamu disiksa, silahkan kamu balas dengan adil, tetapi kalau kamu bersabar, maka langkah sabar adalah yang terbaik” (Qur’an Surah An Nahl:126)

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأمُورِ (٤٣)

43. Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, Sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diutamakan.

Dari ayat-ayat ini jelas diterangkan bahwa Islam mengajarkan kepada ummat Islam untuk menjadi orang yang penyabar dan suka memberi maaf, bukanlah orang yang sabar dan yang memaafkan itu adalah termasuk hal-hal yang diutamakan ? (Qur’an Surah Asy Syuura:43)

Bentuk tubuh Rasulullah

Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. yang pernah hidup bersama Rasulullah SAW, berkata:”Saya bertanya kepada paman saya, Hind bin Abi Halah -yang selalu berbicara tentang Nabi yang mulia- untuk menceritakan kepada saya berkenaan dengan Nabi, agar kecintaan saya bertambah. Ia berkata, ‘Nabi Allah sangat berwibawa dan sangat dihormati. Wajahnya bersinar seperti purnama. Ia lebih tinggi dari orang-orang pendek dan lebih pendek dari orang-orang jangkung. Kepalanya agak besar dengan rambut yang ikal. Bila rambutnya itu bisa disisir, ia pasti menyisir rambutnya. Kalau rambutnya tumbuh panjang, ia tak akan membiarkannya melewati daun telinga. Kulit wajahnya putih dengan dahi yang lebar. Kedua alisnya panjang dan lebat, tapi tidak bertemu.

Di antara kedua alisnya, ada pembuluh darah melintang yang tampak jelas ketika beliau marah. Ada seberkas cahaya yang menyapu tubuhnya dari bawah ke atas, seakan-akan mengangkat tubuhnya. Jika orang berjumpa dengannya dan tidak melihat cahaya itu, orang mungkin menduga ia mengangkat kepalanya karena sombong.’

‘Janggutnya pendek dan tebal; pipinya halus dan lebar. Mulutnya lebar dengan gigi-gigi yang jarang dan bersih. Di atas dadanya ada bulu yang sangat halus; lehernya seperti batang perak murni yang indah. Tubuhnya serasi (semua anggota tubuhnya sangat serasi dengan ukuran anggota tubuh yang lain). Perut dan dadanya sejajar. Bahunya lebar, sendi-sendi anggota badannya gempal. Dadanya bidang. Bagian tubuhnya yang tidak tertutup pakaian bersinar terang. Segaris bulu yang tipis memanjang dari dada ke pusarnya. Di luar itu, dada dan perutnya tidak berbulu sama sekali.

Lengan, bahu dan pundaknya berbulu. Lengannya panjang dan telapak tangannya lebar. Tangan dan kakinya tebal dan kekar. Jari-jemarinya panjang. Pertengahan telapak kakinya melengkung, tidak menyentuh tanah, air tidak membasahinya. Ketika berjalan ia mengangkat kakinya dari tanah dengan dada yang dibusungkan. Langkah-langkahnya lembut. Ia berjalan cepat seakan-akan menuruni bukit. Bila berhadapan dengan seseorang, Ia hadapkan seluruh tubuhnya, bukan hanya kepalanya. Matanya selalu merunduk. Pandangannya ke arah bumi lebih lama daripada pandangannya ke langit. Sesekali ia memandang dengan pandangan sekilas. Ia selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya di jalan.'”

Cara bicara Rasulullah

Kemudian Imam Hasan berkata, “Ceritakan kepadaku cara bicaranya.”

Hind bin Abi Halah berkata, “Ia selalu tampak sendu, selalu merenung dalam, dan tidak pernah tenang. Ia banyak diamnya. Ia tidak pernah berbicara yang tidak perlu. Ia memulai dan menutup pembicaraannya dengan sangat fasih. Pembicaraannya singkat dan padat, tanpa kelebihan kata-kata dan tidak kekurangan perincian yan diperlukan. Ia berbicara lembut, tidak pernah kasar atau menyakitkan. Ia selalu menganggap besar anugerah Tuhan betapapun kecilnya. Ia tidak pernah mengeluhkannya. Ia juga tidak pernah mengecam atau memuji berlebih-lebihan apapun yang ia makan

Dunia dan apapun yang ada padanya tidak pernah membuatnya marah. Tetapi, jika hak seseorang dirampas, ia akan sangat murka sehingga tidak seorang pun mengenalnya lagi dan tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya sampai ia mengembalikan hak itu kepada yang punya. Ketika menunjuk sesuatu, ia menunjuk dengan seluruh tangannya. Ketika terpesona, ia membalikkan tangannya ke bawah. Ketika berbicara,terkadang ia bersedekap atau merapatkan telapak tangan kanannya pada punggung ibu jari kirinya. Ketika marah, ia palingkan wajahnya. Ketika tersinggung, ia merunduk. Ketika ia tertawa, gigi-giginya tampak seperti untaian butir-butir hujan es.

Imam Hasan berkata, “Saya menyembunyikan berita ini dari Imam Husain sampai suatu saat saya menceritakan kepadanya. Ternyata ia sudah tahu sebelumnya. Kemudian saya bertanya kepadanya tentang berita ini. Ternyata ia telah bertanya kepada ayahnya (Imam Ali) tentang Nabi, di dalam dan di luar rumah, cara duduknya dan penampilannya, dan ia menceritakan semuanya.”

Akhlak Rasulullah ketika masuk rumah

Imam Husain berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang perilaku Nabi ketika ia memasuki rumahnya. Ayahku berkata, ‘Ia masuk rumah kapan saja ia inginkan. Bila berada di rumah, ia membagi waktunya menjadi tiga bagian; sebagian untuk Allah, sebagian untuk keluarganya, sebagian lagi untuk dirinya. Kemudian ia membagi waktunya sendiri antara dirinya dan orang lain; satu bagian khusus untuk sahabatnya dan bagian lainnya untuk umum. Ia tidak menyisakan waktunya untuk kepentingan dirinya. Termasuk kebiasaannya pada bagian yang ia lakukan untuk orang lain ialah mendahulukan atau menghormati orang-orang yang mulia dan ia menggolongkan manusia berdasarkan keutamaannya dalam agama. Di antara sahabatnya, ada yang mengajukan satu keperluan, dua keperluan, atau banyak keperluan lain. Ia menyibukkan dirinya dengan keperluan mereka. Jadi, ia menyibukkan dirinya untuk melayani mereka dan menyibukkan mereka dengan sesuatu yang baik bagi mereka.

“Ia sering menanyakan keadaan sahabatnya dan memberi tahu mereka apa yang patut mereka lakukan. ‘mereka yang hadir sekarang ini harus memberitahukan kepada yang tidak hadir. Beritahukan kepadaku orang yang tidak sanggup menyampaikan keperluannya kepadaku. Orang yang menyampaikan kepada pihak yang berwenang keluhan seseorang yang tidak sanggup menyampaikannya, akan Allah kokohkan kakinya pada Hari Perhitungan’. Selain hal-hal demikan, tidak ada yang disebut-sebut dihadapannya dan tidak akan diterimanya. Mereka datang menemui beliau untuk menuntut ilmu dan kearifan. Mereka tidak bubar sebelum mereka menerimanya. Mereka meninggalkan majlis Nabi sebagai pembimbing untuk orang di belakangnya.’

Akhlak Rasulullah di luar rumah

“Aku bertanya kepadanya tentang tingkah laku Nabi yang mulia di luar rumahnya. Ia menjawab, ‘Nabi itu pendiam sampai ia merasa perlu untuk bicara. Ia sangat ramah kepada setiap orang. Ia tidak pernah mengucilkan seorang pun dalam pergaulannya. Ia menghormati orang yang terhormat pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaganya kaumnya. Ia selalu berhati-hati agar berperilaku yang tidak sopan atau menunjukkkan wajah yang tidak ramah kepada mereka. Ia suka menanyakan keadaan sahabat-sahabatnya dan keadaan orang-orang di sekitar mereka, misalnya keluarganya atau tetangganya. Ia menunjukkan yang baik itu baik dan memperkuatnya. Ia menunjukkan yang jelek itu jelek dan melemahkannya. Ia selalu memilih yang tengah-tengah dalam segala urusannya.’

“Ia tidak pernah lupa memperhatikan orang lain karena ia takut mereka alpa atau berpaling dari jalan kebenaran. Ia tidak pernah ragu-ragu dalam kebenaran dan tidak pernah melanggar batas-batasnya. Orang-orang yang paling dekat dengannya adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang paling baik, dalam pandangannya, adalah orang-orang yang paling tulus menyayangi kaum muslimin seluruhnya. Orang yang paling tinggi kedudukannya disisinya adalah orang yang paling banyak memperhatikan dan membantu orang lain.’”

Cara Rasulullah duduk

Imam Husain berkata, “Kemudian aku bertanya kepadanya tentang cara Rasulullah duduk. Ia menjawab, ‘Rasulullah tidak pernah duduk atau berdiri tanpa mengingat Allah. Ia tidak pernah memesan tempat hanya untuk dirinya dan melarang orang lain duduk di situ. Ketika datang di tempat pertemuan, ia duduk dimana saja tempat tersedia. Ia juga menganjurkan orang lain untuk berbuat yang sama. Ia memberikan tempat duduk dengan cara yang sama sehingga tidak ada orang yang merasa bahwa orang lain lebih mulia ketimbang dia. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia akan tetap duduk dengan sabar sampai orang itu berdiri atau meninggalkannya. Jika orang meminta sesuatu kepadanya, ia akan memberikan tepat apa yang orang itu minta. Jika tidak sanggup memenuhinya, ia akan mengucapkan kata-kata yang membahagiakan orang itu. Semua orang senang pada akhlaknya sehingga ia seperti ayah bagi mereka dan semua ia perlakukan dengan sama. Majlisnya adalah majlis kesabaran, kehormatan, kejujuran dan kepercayaan. Tidak ada suara keras di dalamnyadan tidak ada tuduhan-tuduhan yang buruk. Tidak ada kesalahan orang yang diulangi lagi di luar majlis. Mereka yang berkumpul dalam pertemuan memperlakukan sesamanya dengan baik dan mereka satu sama lain terikat dalam kesalehan. Mereka rendah hati, sangat menghormati yang tua dan penyayang kepada yang muda, dermawan kepada yang fakir, dan ramah kepada pendatang dari luar.’

Cara Rasulullah bergaul dengan sahabatnya

“Aku bertanya kepadanya bagaimana Rasulullah bergaul dengan sahabat-sahabatnya. Ia menjawab, ‘Rasulullah ceria, selalu lembut hati, dan ramah. Ia tidak kasar dan tidak berhati keras. Ia tidak suka membentak-bentak. Ia tidak pernah berkata kotor, tidak suka mencari-cari kesalahan orang, juga tidak suka memuji-muji berlebihan. Ia mengabaikan apa yang tidak disukainya dalam perilaku orang begitu rupa sehingga orang tidak tersinggung dan tidak putus asa. Ia menjaga dirinya untuk tidak melakukan tiga hal: bertengkar, banyak omong, dan berbicara yang tidak ada manfaatnya. Ia juga menghindari tiga hal dalam hubungannya dengan orang lain: mengecam orang, mempermalukan orang, dan mengungkit-ungkit kesalahan orang. Ia tidak pernah berkata kecuali kalau ia berharap memperoleh anugerah Tuhan. Bila ia berbicara, pendengarnya menundukkan kepalanya, seakan-akan burung bertengger di atas kepalanya. Baru kalau ia diam, pendengarnya berbicara. Mereka tidak pernah berdebat di hadapannya. Jika salah seorang di antara mereka berbicara, yang lain mendengarkannya sampai ia selesai. Mereka bergiliran untuk berbicara di hadapannya. Ia tertawa jika sahabatnya tertawa; ia juga terkagum-kagum jika sahabatnya terpesona. Ia sangat penyabar kalau ada orang baru bertanya atau berkata yang tidak sopan, walaupun sahabat-sahabatnya keberatan. Ia biasanya berkata, “Jika kamu melihat orang yang memerlukan pertolongan, bantulah ia.” Ia tidak menerima pujian kecuali dari orang yang tulus. Ia tidak pernah menyela pembicaraan orang kecuali kalau orang itu melampaui batas. Ia menghentikan pembicaraannya atau berdiri meninggalkannya.’

Diamnya Rasulullah

“Kemudian aku bertanya padanya tentang diamnya Nabi. Ia berkata, ‘Diamnya Nabi karena empat hal: karena kesabaran, kehati-hatian, pertimbangan, dan perenungan. Berkaitan dengan pertimbangan, ia lakukan untuk melihat dan mendengarkan orang secara sama. Berkaitan dengan perenungan, ia lakukan untuk memilah yang tersisa (bermanfaat) dan yang binasa (yang tidak bermanfaat). Ia gabungkan kesabaran dengan lapang-dada. Tidak ada yang membuatnya marah sampai kehilangan kendali diri. Ia berhati-hati dalam empat hal: dalam melakukan perbuatan baik sehingga orang dapat menirunya; dalam meninggalkan keburukan sehingga orang berhenti melakukannya; dalam mengambil keputusan yang memperbaiki ummatnya; dan dalam melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat.”

(Ma’ani Al Akhbar 83; ‘Uyun Al Akhbar Al Ridha 1:246; Ibnu Katsir, Al Shirah Nabawiyah 2:601; lihat Thabathabai, Sunan Al Nabi SAW 102-105).

ROTIB AL ATHOS


الفاتحة الى حضرة الحبيب سيدنا محمد صلى الله غليه وسلم وصحبه ومن والاه الفاتحة

الفاتحة الى روح سيدنا الحبيب عمر بن عبد الرحمن العطاس صاحب الراتب والشيخ عَلِيِّ بنِ عبد الله باراسْ وأصولهم وفروعهم انَّ اللهَ يَتَـغَشَّاهم بالرحمة والمغفرة الفاتحة

 اَعُوذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ .بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤)إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧)

اَعُوْذُبِا للهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (ثَلاَثًا)

 لَوْاَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَاَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وِتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ. هُوَاللهُ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَعَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَالرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ هُوَاللهُ الَّذِيْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَاْلمَلِكُ اْلقُدُّوْسُ السَّلاَمُ اْلمُؤْمِنُ اْلمُهَيْمِنُ اْلعَزِيْزُ اْلجَبَارُ اْلمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ هُوَاللهُ اْلـخَالِقُ اْلبَارِئُ اْلمُصَوِّرُ لَهُ اْلاَسْمَاءُ اْلحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وِاْلاَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُاْلحَكِيْمِ .

اَعُوْذُبِاللهِ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (ثلاثا)

 اَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (ثلاثا)

 بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَيَضُرُّمَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى اْلاَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (ثلاثا)

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (عَشْرًا)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (ثَلاَثًا)

 بِسْمِ اللهِ تَحَصَّنَّا بِاللهِ. بِسْمِ اللهِ تَوَكََّلْنَا بِاللهِ (ثَلاَثًا)

 بِسْمِ اللهِ آمَنَّا بِاللهِ. وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِ (ثَلاَثًا)

سُبْحَانَ اللهِ عَزَّاللهِ. سُبْحَانَ اللهِ جَلَّ اللهِ (ثَلاَثًا)

 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ. سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ (ثَلاَثًا)

 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ (اَرْبَعًا)

 يَالَطِيْفًا بِخَلْقِهِ يَاعَلِيْمًا بِخَلْقِهِ يَاخَبِيْرًا بِخَلْقِهِ. اُلْطُفْ بِنَا يَالَطِيْفُ يَاعَلِيْمُ يَاخَبِيْرُ (ثلاثا)

 يَا لَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ. اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلْ اِنَّكَ لَطِيْفٌ لَمْ تَزَلْ. اُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ (ثَلاَثًا)

 لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ (اَرْبَعِيْنَ او مِائَة مَرَّةً) مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ.

 حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ (سبعا)

 اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَّى سَيِّدِنَا  مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (عَشْرًا)

  اَسْتَغْفِرُاللهَ (احدى عشر( اا ) مَرَّةً).

 تَائِبُوْنَ اِلَى اللهِ (ثَلاَثًا)

 يَااَللهُ بِهَا. يَااَللهُ بِهَا يَااَللهُ بِحُسْنِ اْلخَاتِمَةِ (ثَلاَثً)

 غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ اْلمَصِيْرُ لاَيُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا اِلاََّ وُسْعَهَا لَهَا مَا اكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَسِيْنَا اَوْاَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الََّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّـنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَا قَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَ نَا فَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ.

Kemudian membaca :

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَ حَبِيْبِنَا وَ شَفِيْعِنَا رَسُوْلِ اللهِ , مُحَمَّدِ بِنْ عَبْدِ اللهِ , وَآلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّـتِهِ , اَنَّ اللهَ يُعْلِى دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَ يَنْفَعُـنَا بِاَسْرَارِهِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْـيَا وَاْلآخِرَةِ وَيَجْعَلُـنَا مِنْ حِزْبِهِمْ وَيَرْزُقُـنَا مَحَبَّتَهُمْ وَيَتَوَفَّـنَا عَلَى مِلّتِهِمْ وَيَحْشُرُنَا فِى زُمْرَتِهِمْ . فِى خَيْرٍ وَ لُطْفٍ وَعَافِـيَةٍ , بِسِرِّ الْفَاتِحَةْ

 اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْمُهَاجِرْ اِلَى اللهِ اَحْمَدِ بْنِ عِيْسَى وَاِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا اْلاُسْتَاذِ اْلاَعْظَمِ اَلْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ  مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيّ بَاعَلَوِيْ وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ , وَذَوِىْ الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ اَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِيْ دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ  وَيَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِهِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْـيَا وَاْلاَخِرَةِ . اَلْفَاتِحَةُ

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَبَرَكَاتِـنَا صَاحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ اْلاَنْفَاسِ اَلْحَبِيْبِ عُمَرْ بِنْ عَبْدِالرَّحْمَنِ الْعَطَّاسْ , ثُمَّ اِلَى رُوْحِ الشَّيْخِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللهِ بَارَاسْ , ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب عَبْدُالرَّحْمَنِ بِنْ عَقِيْل اَلْعَطَّاسْ , ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب حُسَيْن بِنْ عُمَرْ اَلْعَطَّاسْ وَاِخْوَانِهِ ثُمَّ اِلَى رُوْحِ عَقِيْل وَعَبْدِ اللهِ وَصَا لِحْ بِنْ عَبْدُالرَّحْمَنِ اَلْعَطَّاسْ ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب عَلِيِّ بْنِ حَسَنْ اَلْعَطَّاسْ ثُمَّ اِلَى رُوْحِ اَلْحَبِيْب اَحْمَدْ بِنْ حَسَنْ اَلْعَطَّاسْ وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ اَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِى دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِاَسْرَارِهِمْ وَاَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَنَفَحَـاتِهِمْ فِى الدِّيِنِ وَالدُّنْـيَا وَاْلآخِرَةِ (اَلْفَاتِحَةْ)

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى اَرْوَحِ اْلاَوْالِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ . وَاْلاَئِمَّةِ الرَّاشِدِيْنَ وَاِلَى اَرْوَاحِ وَالِدِيْنَا وَمَشَايِخِنَا وَذَوِى الْحُقُوْقِ عَـلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ اَجْمَعِيْنَ , ثُمَّ اِلَى اَرْوَاحِ اَمْوَاتِ اَهْلِ هَذِهِ الْبَلْدَةِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَنَّ اللهَ يَغْفِرُلَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُعْلِى دَرَجَاتِهِمْ فِى الْجَنَّةِ وَيُعِيْدُ عَلَيْنَا مِنْ اَسْرَارِهِمْ وَانْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ وَبَرَكَاتِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ . اَلْفَاتِحَةْ

اَلْفَاتِحَةُ بِالْقَبُوْلِ وَتَمَامِ كُلِّ سُؤَاْلٍ وَمَأْمُوْلٍ وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْـيَا وَاْلآخِرَةِ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّجَـالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍ , لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَاَوْلاَدِنَا وَاَحْبَابِنَا وَمَشَائِخِنَا فِى الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَعَلَى نِيَّةِ اَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَقَوَالِبِنَا مَعَ الْهُدَى وَالتُّـقَى وَالْعَفَافِ وَالْغِنَى . وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ اْلاِسَلاَمِ وَاْلاِيْمَانِ بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ اِمْتِحَانٍ , بِحَقِّ سَيِّدِنَا وَلَدِ عَدْنَانِ  وَعَلَى كُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ .وَاِلَى حَضْرَةِ النَِّبيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ (اَلْفَاتِحَةْ)


Kemudian membaca :

بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ, يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكْ, سُبْحَانَكَ لاَ نُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ اَنْتَ كَمَا اَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ, فَلَـكَ الْحَمْدُ حَتىَّ تَرْضَى, وَلَكَ الْحَمْدُ اِذَارَضِيْتَ, وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلاَوَّلِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنّا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلاَءِ اْلاَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتىَّ تَرِثَ اْلاَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ. اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ اَدْيَانَـنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَمْوَالَنَا وَاَهْـلَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ اَعْطَيْتَـنَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَاِيَّاهُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ, مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِىْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَذِيْ حَسَدٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ, اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْىءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلاَمَةِ, وَحَقِّـقْـنَا بِالتَقْوَى وَاْلاِسْتِقَامَةِ وَاَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِى اْلحَالِ وَاْلمَآلِ, اِنَّــكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ بِجَلاَلِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ, وَارْزُقْــنَا كَمَالَ اْلمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللَّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

6 Macam Perkara Kemuliaan Fadhilah Ratib Al-Athos – Rotib Al-athos mencakup berbagai macam dzikrulloh. Ratib ini dibuat oleh orang yang mulia di dunia ini yaitu Al-Habib Umar Bin Abdurrohman Al-athos yang lahir di hadromaut Yaman kurang lebih sekitar 992 Hijriah atau 1572 Masehi. Karomah Al-Habib Umar Bin Abdurrohman Al-athos telah nampak ketika dia dalam kandungan ibunya, janin tersebut bersin. Tentu ini diluar kebiasaan manusia pada umumnya, sehingga beliau dijuluki Al-Athos (Orang yang bersin).

Al-Habib Umar Bin Abdurrohman Al-athos berkata “Rahasia dan hikmah telah ku titipkan dalam ratib itu”. Ratib Al-athos memang begitu terasa fadillahnya. Bahkan didunia saja sudah ditunjukan oleh Alloh Subhanallohuta’ala.

Barang siapa yang mengamalkan Ratib Al-athos dengan ikhlas dan menghormati adab-adabannya maka Alloh akan memberikan 6 kemuliaan:

  1. Alloh akan menuntaskan segala kesusahan hidupnya.
  2. Alloh akan mengampuni dari segala dosa-dosanya.
  3. Dapat memanjangkan umur didalam ketaatan kepada Alloh.
  4. Dapat menjadi obat umat islam dari segala macam penyakit terutama penyakit hati.
  5. Alloh akan selalu menjaga kehormatannya dan kehormatan keluarganya.
  6. Dapat menemukan cahaya hatinya dari kegelapan.

Itulah ke 6 perkara kemuliaan jika kita ikhlas dan menghormati adab-adaban ratib al-athos. Bahkan dalam suatu riwayat diceritakan bahwa dengan menjaga ratib Al-athos maka akan menjaga seluruh desanya dari segala macam bahaya dan bencana. Dan akan selalu memberikan rahmat yang mengalir ke desa tersebut.

Yang berkeinginan mengamalkan mohon minta ijasah dulu ke penulis, dengan menulis di daftar komentar atau ke email masalawiy56@gmail.com

RATIBUL HADAD-WIRDUL LATIF


بسم الله الرحمن الرحيم

يس (١) وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ (٢) إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (٣) عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٤) تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ (٥) لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ (٦) لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (٧) إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالا فَهِيَ إِلَى الأذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ (٨) وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ (٩) وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ (١٠) إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ (١١) إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ (١٢) وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (١٣) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (١٤) قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلا تَكْذِبُونَ (١٥) قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ (١٦) وَمَا عَلَيْنَا إِلا الْبَلاغُ الْمُبِينُ (١٧) قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (١٨) قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (١٩) وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ (٢٠) اتَّبِعُوا مَنْ لا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ (٢١) وَمَا لِيَ لا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (٢٢) أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَنُ بِضُرٍّ لا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلا يُنْقِذُونِ (٢٣) إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٢٤) إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ (٢٥) قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ (٢٦) بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ (٢٧) وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ (٢٨) إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ (٢٩) يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (٣٠) أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لا يَرْجِعُونَ (٣١) وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (٣٢) وَآيَةٌ لَهُمُ الأرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ (٣٣) وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ (٣٤) لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ أَفَلا يَشْكُرُونَ (٣٥) سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الأزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الأرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لا يَعْلَمُونَ (٣٦) وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ (٣٧) وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ (٣٨) وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ (٣٩) لا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ (٤٠) وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (٤١) وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ (٤٢) وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلا صَرِيخَ لَهُمْ وَلا هُمْ يُنْقَذُونَ (٤٣) إِلا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ (٤٤) وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (٤٥) وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ (٤٦) وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلا فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (٤٧) وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٤٨) مَا يَنْظُرُونَ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (٤٩) فَلا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (٥٠) وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الأجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (٥١) قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (٥٢) إِنْ كَانَتْ إِلا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (٥٣) فَالْيَوْمَ لا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٥٤) إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (٥٥) هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلالٍ عَلَى الأرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (٥٦) لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ (٥٧) سَلامٌ قَوْلا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (٥٨) وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ (٥٩) أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (٦٠) وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (٦١) وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (٦٢) هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٦٣) اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (٦٤) الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (٦٥) وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ (٦٦) وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلا يَرْجِعُونَ (٦٧) وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلا يَعْقِلُونَ (٦٨) وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (٦٩) لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (٧٠) أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ (٧١) وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ (٧٢) وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلا يَشْكُرُونَ (٧٣) وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ (٧٤) لا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (٧٥) فَلا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (٧٦) أَوَلَمْ يَرَ الإنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ (٧٧) وَضَرَبَ لَنَا مَثَلا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (٧٨) قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ (٧٩) الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الأخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ (٨٠) أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ (٨١)إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (٨٢) فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (٨٣)

الدُّعَاء بَعْـــــــدَ سُــــــــــوْرَة يــــــس

الَّلهُمَّ إِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَبْدَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَمْوَالَنَا وَأَهْلَنَا وَكُلَّ شَيْئٍ أَعْطَيْتَنَا. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي كَنَفِكَ وَأَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ وَجِوَارِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِيْ عَيْنٍ وَذِيْ بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلاَمَةِ وَحَقِّقْنَا بِالتَّقْوَى وَالإِسْتِقَامَةِ وَأَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِي الْحَالِ والْمَآلِ إِنّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ بِجَلاَلِكَ وَجَمَالِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَارْزُقْنَا كَمَالَ المُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّه رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

القصدة لسيدنا الإمام القطب فخر الوجود الشيخ أبى بكر سالم صاحب عِيْــنات رضي الله عنه

يَـــــا رَبَّـــــنَا يَــــا رَبَّـــــنَا )  ***  ( يَــا رَبَّـــــنَا يَـــا رَبَّــــــــــنَا
يَـــــا رَبَّـــــنَا أَنْتَ لَـــــنَا )  ***  ( كَـهْفٌ وَغَــوْثٌ وَمُـعِيْنٌ
عَـجِّـلْ بِرَفْــعِ مـانَــزَلَ )  ***  ( أَنْتَ رَحِــيْمٌ لَمْ تَـزَلْ
مِنْ غَـيْرِكَ عَــزَّ وَجَلَّ )***( وَلاَطِـــفٌ بِـالْعَــــالَـمِــيْنَ
رَبِّ اِكْــفِــنَـا شَرَّالْعِـدَا )  ***  ( وَخُــذْ هُــمُوا وَبَــدَّدَا
وَاجْعَـــلْـهُوْا لَـــنــَافِـــــدَا )***( وَعِـــــبْرَةً لِلـــــنَـاظِــــرِيْنَ
يَــارَبِّ شَــتِّتْ شَمْلَهُـمْ)  ***  ( يَـارَبِّ فَــرِّقْ جَــمْعَهُمْ
يَـارَبِّ قَــلِّـلْ عَـــدَّ هُـمْ )***( وَاجْـعَلْـهُمْ فِى الْغَـابِرِيْنَ
وَلاَ تُـبَــلِّغْــــهُمْ مُــرَادْ )***( وَنَــارُهُــمْ تُـصْـــبِحْ رَمَـــــادْ
بِـــــكـــــهـــــيـــعـــــص )***( فِى الْحَــالِ وَلَّــــوْا خَائِــبِيْنَ
وَشَـــــرَّ كُــــلِّ مَـــاكِــــرٍ )  ***  ( وَخَـــائِــــــــنٍ وَغَـــــادِرٍ
وَغَــــــائِــــــــنٍ وَ سَـــاحِــــرٍ )***( وَشَــرِّ كُـــلِّ الْمُـؤْذِيْـــــنَ
مِـنْ مُعْــــــتَدٍ وَغَــــــاصِــبِ)***( وَمُــفْـــــتَرٍ وَ كَــــــــــاذِبِ
وَفَـــاجِـــــــرٍ وَعَـــــــــائِبِ)***( وَحَـــاسِـدٍ وَالــشَّامِـــتِيْنَ
يَـــــا رَبَّـــــنَا يَــــا رَبَّـــــنَا )***( يَــاذَا الْـــبَـهَـا وَذَا السَّــنَا
وَذَا الْــعَـطَا وَذَا الْـغِـنَى)***(أَنْتَ مُـجِـــيْبُ الـسَّـائِلِيْنَ
يَــــسِّـرْ لَـنَـا أُمُـــوْرَنــَا)***(وَاشْـرَخْ لَــــنَا صُدُوْرَنَـا
وَاسَـتُرْ لَـنَـا عُـيُـوْبَـنَا)***(فَـأَنْتَ بِـالـسَّــتْرِ قَــمِـيْنَ
وَاغْـــفِرْ لَـنَا ذُنُــوْبَـنــَا)  ***  (وَكُــلَّ ذَنْـــبٍ عِـنْدَنــَـا
وَامْـنُنْ بِـتَوْبَـةٍ لَـنَا)***( أَنْتَ حَـبِـيْبُ الــتَّائِـبِـيْنَ
بِجَاهِ سَـيِّـدِنَـا الرَّسُـوْلْ)***( وَالْحَـسَـنَيْنَ وَالْـبَـتُوْلْ
وَالْمُرْتَضَى أَبِي الْفُحُوْلْ)***( وَجَاهِ جِبْرِيْـلَ اْلأَمِـيْنَ
ثُمَّ الصَّـلاَةُ وَ الـسَّــلاَمُ)***(عَلَى الـنَّـبِـيِّ خَـيْرِ اْلأَنَـامْ
وَآلِـــــــــهِ الْغُرِّ الْكِـــرَامْ )***( وَصَــحْبِـهِ وَالـتَّابِــعِــــــيْنَ

 

اَلرَّاتِبُ الشَّهِيْرُ
لـلإمَام عَبْدِ اللهِ بِنْ عَلْوِى الحَدَّاد
BACAAN RATIB IMAM ABDULLAH AL HADAD

الفَاتِحَةْ. بِنِيَّةِ الْقَـبُولِ وَالإقْبَالِ. وَصَلاَحِ كُلِّ حَالٍ. أَنَّ اللهَ يُـيَسِّرُ لَـنَا الْيُسْـرَى وَيُجَنِّـبُنَا الْعُسْرَى، وَيُوَفِّقُنَا لَنَا يُحِبُّهُ وَيَرْضَى، وَيَغْفِرُ لَـنَا شَأْنَـنَا كُلَّهُ ظَاهِرًا وَ بَاطِنًا وَلاَ يَكِلُـنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ وَيُـعِيْنُنَا عَلَى الدُّنْـيَا بِالدِّيْنَ وَعَلَى الآخِرَةِ بِالتَّـقْوَى، وَيَحْفَـظُنَا فِيْمَا غِبْـنَا عَنْهُ وَلاَ يَكِلُـنَا إِلَى أَنْفُسِنَا فِيْمَا حَضَرْنَاهُ وَمَا تَوَجَّهْنَا فِيْهِ وَسَأَلْنَـاهُ مِنْ رَبِّنـَا لَنـَا وَ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَيُتَـمِّمُهُ لَـنَاوَيُـبَلِّغُـنَا بِرَحْمَتِهِ مَا نَرْجُو مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَكْـفِيْنَا مَا أَهَـمَّنَا وَمَا لَمْ نَهْـتَمَّ بِـهِ فِى لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنـْيَا وَاْلآخِرَةِ وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صّلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْفَـاتَحَةْ.

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ اْلإِمَـامِ عَبْدِ اللهِ بِنْ عَلْوِى اَلْحَدَّد. اَلْفَـاتِحَةْ

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ اْلإِمَـامِ اَلْقُطْبِ فَخْرِ الْوُجُوْدِ اَلشَّيْخِ أَبِى بَكْرٍ سَالِم صَاحِبِ عِيْـنَات رَضِيَ اللهُ عَنْهُ .اَلْفَـاتِحَةْ

ثم إلى حضرة الشيخ عبد السلام بن مشيش رحمه الله تعالى الفاتحة

ثم إلى حضرة كياهي حاج احمد طلحة بن عبد الله ستار غفر الله له الفاتحة

ثم إلى أصحاب الكهف رحمهم الله تعالى الفاتحة

بِاِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ (7) آمِيْن

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.

لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ .

لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُـلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُـمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ….. (ثلاثا

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ….. (ثلاثا

سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ….. (ثلاثا

رَبَّـنَا اغْفِرْ لَـنَا وَتُبْ عَلَيْـنَا إِنَّكَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ….. (ثلاثا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْـهِ وَسَلِّمْ….. (ثلاثا

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ الـتَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ….. (ثلاثا

بِسْمِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِى اْلأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ….. (ثلاثا

رَضِيْـنَا بِاللهِ رَبـًّاوَبِالإِسْلاَمِ دِيْـنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا….. (ثلاثا

بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّرُّ بِمَشِيْئَةِ اللهِ….. (ثلاثا

آمَـنَّا بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ، تُبْـنَا إِلَى اللهِ بَاطِـنًا وَ ظَاهِرْ….. (ثلاثا

يَارَبَّـنَا وَاعْفُ عَـنَّا وَامْحُ الَّذِى كَانَ مِـنًَّا….. (ثلاثا

يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَمِتْـنَا عَلَى دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ….. (سبعا

يَاقَوِيُّ يَا مَتِيْنُ إِكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْنَ….. (ثلاثا

أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْـلِمِيْنَ، صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ….. (ثلاثا

يَـا عَلِيُّ يَـا كَبِيْرُ يَـاعَلِيْمُ يَـا قَدِيْرُ يَـاسَمِيْعُ يَـا بَصِيْرُ يَـا لَطِيْفُ يَـاخَبْيْرُ….. (ثلاثا

يَـا فَـارِجَ الْهَمِّ يَـا كَاشِفَ الْغَمِّ يَـا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيِرْحَمُ….. (ثلاثا

أَسْـتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْـبَرَايَا، أَسْـتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْـخَطَايَا….. (اربعا

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ * لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ….. (خمس وعشرين

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْـهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ وَالتَّـابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَـانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ.لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ.وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ….. (ثلاثا

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ.مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ….. (واحدا

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ.إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ….. (واحدا

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ حَبِـيْبِنَا وَشَفِيْـعِنَا رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَذُرِّيَاتِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهَمْ فَى الْجَنَّةِ وَ يَنْـفَعُنَا بِأَسْرَارِهِمْ وَ أَنْوَارِهِمْ وَعُلُوْمِهِمْ فِى الدِّيْنِ وَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَيَجْعَلُنَا مِنْ حِزْبِهِمْ وَيَرْزُقُـنَا مَحَبَّتَهُمْ وَيَـتَوَفَّانَا عَلَى مِلَّتِهِمْ وَيَحْشُرُنَـا فِى زُمْرَتِهِمْ .. اَلْفَـاتِحَةْ

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْمُهَـاجِرِ اِلَى اللهِ أَحْمَدَ بْنِ عِيْسَى ثُمَّ اِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِي بَاعَلَوِى وَاُصُوْلِهِمْ وَفُرُوْعِهِمْ وَجَمِيْعِ سَادَاتِنَا آلِ أَبِى عَلَوِى أَنَّ اللهَ يُقّدِّسُ أَرْوَاحَهُمْ فِى الْجَـنَّةِ وَيُـنَوِّرُ ضَرَائِحَهُمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْـنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَ أَنْوَارِهِمْ فِى الدُّنْـيَا وَاْلآخِرَةِ …اَلْفَـاتِحَةْ

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى أَرْوَاحِ جَمِيْعِ سَادَاتِنـَا الصُّوْفِيَةِ أَنَّ اللهَ يُقَدِّسُ أَرْوَاحَهُمْ فِى الْجَنَّـةِ وَ يُنَوِّرُ ضَرَائِحَهُمْ وَيُعِيْدُ عَلَيْـنَا مِنْ بَرَكَاتِهِمْ وَاَسْرَارِهِمْ وَ اَنْوَارِهِمْ فِى الدُّنْـيَا وَ اْلآخِرَةِ وَ يُلْحِقُـنَا بِهِمْ فِى خَيْرٍ وَ عَافَيَةٍ …اَلْفَـاتِحَةْ

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ صَاحِبِ الرَّاتِبِ أَ ْلأُسْتَاذِ سَيِّدِنَا الشَّرِيْفِ، اَلْقُطْبِ الْغَوْثِ، عَبْدِ اللهِ بْنِ عَلَوِى اَلْحَدَّادِ بَاعَلَوِى أَنَّ اللهَ يُقَدِّسُ رُوْحَهُ فِى الْجَنَّـةِ وَيُنَوِّرُ ضَرَائِحَهُ وَ يُعِيْدُ عَلَيْـنَا مِنْ بَرَكَاتِهِ وَاَسْرَارِهِ وَاَنْوَارِهِ فِى الدُّنْيـَا وَاْلآخِرَةِ…..اَلْفَـاتِحَةْ

اَلْفَاتِحَةُ اِلَى رُوْحِ السَّيِّدِ عَلْوِى بْنِ اِبْرَاهِمَ اَلْحَدَّادِ ثُمَّ اِلَى رُوْحِ الشَّرِيْفَةِ عَلُوْيَـةِ بِنْتِ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرَا الْحَدَّادِ. ثُمَّ اِلَى أَرْوَاحِ وَالِـدِيْنَا وَوَالِـدِيْكُمْ وَاَمْوَاتِـنَا وَاَمْوَاتِكُمْ وَاَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ وَنَخُصُّ خُصُوْصًا اِلَى ……..(مَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُـنَا بِسَبَابِهِ ) أَنَّ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيُسْكِنُهُمْ فِى الْجَـنَّةِ وَيُصْـلِحُ اُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَيَكْفِيْهِمْ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ وَيَـتَقَبَّلُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَيَرْزُقُـنَا وَاِيَّـكُمْ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ عِنْدَ الْمَوْتِ فِى خَيْرٍ وَلُطْفٍ وَعَافِيَـةٍ وَإِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَلْـفَاتِحَةْ

الدعاء

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّـنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لاَ نُحْصِى ثَنَـاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمآ اَثْـنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. فَلَـكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ، وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ فِى النَّـبِيِّيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ اَ ْلأَوَّلِيْنَ وَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ وَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍ وَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَـَلإِ اْلأَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ وَ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ اْلأَرْضَ وَ مَنْ عَلَيْهَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّـا نَسْـتَحْفِظُكَ وَنَسْـتَوْدِعُكَ أَدْيَـانَنَا وَ أَبْدَانَنَا وَأَنْفُسَنَا وَ أَمْوَالَـنَا وَأَهْـلَنَا وَكُلَّ شَيْءٍ أَعْطَـيْتَنَا. اَللَّهُمَّ اجْعَـلْنَا وَإِيَّـاهُمْ فِى كَـنَفِكَ وَ أَمَـانِكَ وَعِـيَاذِكَ وَجِوَارِكَ مِنْ كُلَّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍ وَجَبَّـارٍ عَنِيْدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى شَرٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ حُطْـنَا بِالتَّقْوَى وَاْلإِسْـتِقَامَةِ وَأَعِذْنَـا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَامَةِ فِى الْحَالِ وَالْمَـآلِ إِنَّـكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. وَصَلِّ اَللَّهُمَّ بِجَمَالِكَ وَجَلاَلِكَ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَـعِيْنَ وَارْزُقْـنَا كَمَالَ الْمُـتَابَعَةِ لَـهُ ظَاهِرًا وَبَاطِـنًا يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
الصلوات ابراهيمية – اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ مِنْهُ اِنْشَقَتِ اْلأَسْرَارْ. وَانْفَلَقَتِ اْلأَنْوَارْ. وَفِيْهِ ارْتَقَتِ الْحَقَائِقْ. وَتَنَـزَّلَتْ عُلُوْمُ آدَمَ فَأَعْجَزَ اْلخَلاَئِقْ.وَلَهُ تَضَأَلَتِ اْلفُهُوْمُ فَلَمْ يُدْرِكْهُ مِنَّا سَابِقٌ وَلاَ لاَحِقْ. فَرِيَاضُ اْلمَلَكُوْتِ بِزَهْرِ جَمَالِهِ مُوْنِقَةْ. وَحِيَاضُ اْلجَبَرُوْتِ بِفَيْضِ أَنْوَارِهِ مُتَدَفِّقَةْ. وَلاَ شَيْءَ إِلاَّ وَهُوَ مَنُوطْ. إِذْ لَوْلاَ اْلوَاسِطَةُ لَذَهَبَ كَمَا قِيْلَ اْلمَوْسُوطْ. صَلاَةً تَلِيْقُ بِكَ مِنْكَ إِلَيْهِ كَمَا هُوَأَهْلُهْ. اَللَّهُمَّ إِنَّهُ سِرُّكَ اْلجَامِعُ الدَّالُّ عَلَيكْ. وَحِجَابُكَ اْلأَعْظَمُ اْلقَائِمُ لَكَ بَيْنَ يَدَيْكْ. اَللَّهُمَّ أَلْحِقْنِي بِنَسَبِهِ وَ حَقِّقْنِي بِحَسَبِهِ وَ عَرِّفْنِي إِيَّاهُ مَعْرِفَةً اَسْلَمُ بِهَا مِنْ مَوَارِدِ اْلجَهْلِ وَ أَكْرَعُ بِهَا مِنْ مَوَاهِبِ اْلفَضْلِ وَاحْمِلْنِي عَلَى سَبِيْلِهِ إِلَى حَضْرَتِكَ حَمْلاً مَحْفُوْفًا مَحْفُوْظًا بِنُصْرَتِكْ. وَاقْذِفْ بِي عَلَى الْبَاطِلِ فَأَدْمَغَهُ وَزُجَّ بِي فِي بِحَارِ اْلأَحَدِيَّةْ. وَانْشُلْنِي مِنْ أَوْحَالِ الْتَوْحِيدْ. وَأَغْرِقْنِي فِي عَيْنِ بَحْرِ الْوَحْدَةْ. حَتَّى لاَ أَرَى وَلاَ أَسْمَعَ وَلاَ أَجِدَ وَلاَ أُحِسَّ إِلاَّ بِهَا.وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ الْحِجَابَ اْلأَعْظَمَ حَيَاةَ رُوْحِي. وَرُوْحَهُ سِرَّ حَقِيْقَتِي وَحَقِيْقَتَهُ جَامِعَ عَوَالِمِيْ. بِتَحْقِيْقِ الْحَقِّ اْلأَوَّلِ يَا أَوَّلُ يَا أَخِرُ يَاظَاهِرُ يَابَاطِنْ. اِسْمَعْ نِدَائِي بِمَا سَمِعْتَ بِهِ نِدَاءَ عَبْدِكَ زَكَرِيَّا عَلَيْهِ السَّلاَمْ. وَانْصُرْنِيْ بِكَ لَكْ. وَأَيِّدْنِيْ بِكَ لَكْ. وَاجْمَعْ بَـيْنِيْ وَ بَـيْنَكْ. وَحُلْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ غَيْرِكْ. اَللهْ … اَللهْ … الله … إنَّ الَّذِيْ فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادْ. رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْـيَا حَسَنَةْ وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةْ وَقِنَا عَذَابَ النَّارْ. (رَبَّـنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةْ , وَهَيِّئْ لَـنَا مِنْ اَمْرِنَارَشَدَا ×3) بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيمْ (اَللهُ لَطِيْفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءْ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزْ ×3) وَمَنْ يَـتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجَا وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْـتَسِبْ. وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ فَهُوَ حَسْـبُهْ. إِنَّ اللهَ بَالِغُ أَمْرِهْ. قَدْ جَعَلَ اللهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرَا. وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّبِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمْ.(يَامُسَـبِّبَ اْلأَسْبَابْ ×3). (سَـبِّبْ ×3) . (اِجْعَلْ لِي مِنْ أَمْرِي فَرَجًا وَ مَخْرَجَا ×3) إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَا أَيـُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّواْ عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا. صَلَوَاتُ اللهِ وَ سَلاَمُهُ وَ تَحِيَّـتُهُ وَ رَحْمَـتُهُ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَى عَبْدِكَ وَ رَسُوْلِكَ النَّبِيِّ اْلأُمِيِّ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَ الْوَتْرْ. وَ عَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الْمُبَارَكَاتْ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنْ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْن وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينْ.

اَللَّهُمَّ إِنَّـا نَـسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَـنَّةَ وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَ الـنَّارِ….. (ثلاثا

يَا عَالِمَ السِّرِّ مِـنَّا لاَتَـهْتِكِ السِّـتْرَ عَـنَّا، وَعَافِـنَا وَاعْفُ عَـنَّا وَكُنْ لَـنَا حَيْثُ كُـنَّا….. (ثلاثا

يَا اللهُ بِـهَا يَا اللهُ بِـهَا يَا اللهُ بِحُـسْنِ الْخَاتِمَةِ….. (ثلاثا

يَـا لَطِيْـفًا لَمْ يَزَلْ أُلْطُـفْ بِـنَا فِيْـمَا نَزَلْ إِنَّـكَ لَطِيْـفٌ لَمْ تَـزَلْ أُلْطُـفْ بِـنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ….. (ثلاثا

يَـا لَطِيْـفًا بِخَلْـقِهِ يَـاعَلِيْمًا بِخَلْـقِهِ يَـاخَبِـيْرًا بِخَلْـقِهِ أُلْطُـفْ بِـنَا يَـالَطِيْـفُ يَـاعَلِيْمُ يَـاخَبِيْـرُ….. (ثلاثا

يَـا أَمَانَ الْخَائِـفِيْنَ أَمِنَّـا مِمَّا نَخَافُ، يَـا أَمَانَ الْخَائِـفِيْنَ سَلِّمْـنَا مِمَّا نَخَافُ، يَـا أَمَانَ الْخَائِـفِيْنَ نَجِّـنَا مِمَّا نَخَافُ….. (ثلاثا

لاَإِلَـهَ اِلاَّ اللهُ اَلْمَوْجُوْدُ فِى كُلِّ زَمَـانٍ
لاَإِلَـهَ اِلاَّ اللهُ اَلْمَعْـبُوْدُ فِى كُلِّ مَكَانٍ
لاَإِلَـهَ اِلاَّ اللهُ اَلْمَذْكُوْرُ بِكُلِّ لِسَانٍ
لاَإِلَـهَ اِلاَّ اللهُ اَلْمَعْرُوْفُ بِاْلإِحْسَـانٍ
لاَإِلَـهَ اِلاَّ اللهُ كُلُّ يَوْمٍ هُوَ فِى شَانٍ
لاَإِلَـهَ اِلاَّ اللهُ اَ ْلأَمَـانْ اَ ْلأَمَـانْ مِنْ زَوَالِ اْلإِمَـانِ وَمِنْ فِـتْنَةِ الشَّيْـطَانِ يَـاقَدِيْمَ اْلإِحْـسَانِ كَمْ لَكَ عَلَيْـنَا مِنْ إِحْـسَانٍ إِحْـسَانُكَ الْقَدِيْمُ يَـاحَـنَّانُ يَـامَـنَّانُ يَـارَحِيْمُ يَـارَحْـمَانُ يَـاغَفُوْرُ يَـاغَفَّارُ إِغْـفِرْ لَـنَا وَاَنْتَ خَيْـرُ الرَّاحِـمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِـهِ وَصَحْـبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْنَ.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَـانِ الرَّحِيْمِ.
اَلْفَـاتِحَةُ بِالْقَـبُوْلِ وَاِلَى حَضْرَةِ النَّـبِيِّ الرَّسُوْلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَـيْهِ وَسَلَّمَ اَلْـفَاتِحَةْ

الوِرْدُ اللّطِـــــــــــــيْفُ

(لسيد الإمام قطب الإرشاد الحبيب عبد الله بن علوي الحداد)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ, اللهُ الصَّمَدُ,لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدُ, وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ . ×3

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ, مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ, وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ , وَمِنْ شَرِّ النَّفّثتِ  فِى الْعُقَدِ, وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ×3

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ . قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ , مَلِكِ النَّاسِ , إِلهِ النَّاسِ ,مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ , الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ, مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ . ×3

رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنَ ×3

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا  وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَ تُرْجَعُوْنَ. فَتَعَالَى اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ رَبِّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ. وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللهِ إِلَهًا آخَرَ لاَبُرْهَانَ لَهُ بِهِ فإنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكاَفِرُوْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. فَسُبْحَانَ اللهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِيْنَ تُظْهِرُوْنَ. يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَيُحْيِي اْلأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَكَذَالِكَ تُخْرَجُوْنَ.

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ( ×3 )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. ( لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا اْلقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصََدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَتِلْكَ الأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ) هُوَ اللهُ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ اْلغَيْبِ وَالشَّهَادَةُ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ. هُوَ اللهُ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السًّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ. سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ. هُوَ اللهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى. يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ.

سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فيِ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّا كَذَالِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ, إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (×3 )

بسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِى اْلأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمآءِ وَهُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ( ×3 )

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ ( أَمْسَيْتُ ) مِنْكَ فِى نِعْمَةٍ وَعَافِيَةٍ وَسِتْرٍ، فَأَتْمِمْ نِعْمَاَكَ عَلَيَّ وَعَافِيَتَكَ وَسِتْرَكَ فِى الدُّنْيَا واْلأَخِرَةِ (×3)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ ( أَمْسَيْتُ ) أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ وَأنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ  وَرَسُوْلُكَ ( ×4 )

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ (×3)

آمَنْتُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَاسْتَمْسَكْتُ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ( ×3 )

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِسَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  نَبِيًّا وَرَسُوْلاً ( ×3 )

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَرَبُّ  الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ (×7 )

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ  (×10 )

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فُجَاءَةِ الْخَيْرِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ فُجَاءَةِ الشَّرِّ.

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ, خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ, أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ, أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ, فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَأَنْتَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَاءْ لَمْ يَكُنْ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. أَعْلَمُ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دآبَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَّتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ وَمِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيْرُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْئَلُكَ الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَاوَاْلأَخِرَةِ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ. اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ, وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ اللَّهُمَّ أَنْتَ خَلَقتَنِيْ وَأَنْتَ تَهْدِيْنِيْ وَأَنْتَ تُطْعِمُنِيْ وَأَنْتَ تَسْقِيْنِيْ وَأَنْتَ تُمِيْتُنِيْ وَأَنْتَ تُحْيِيْنِيْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

أَصْبَحْنَا ( أَمْسَيْنَا ) عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا ( أَمْسَيْنَا) وَبِكَ أَمْسَيْنَا(أَصْبَحْنَا) وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَعَلَيْكَ نَتَوَكَّلُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ (الْمَصِيْرُ). أَصْبَحْنَا( أَمْسَيْنَا)  وَأَصْبَحَ ( أَمْسَيْ)  الْمُلْكُ للهِ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ فَتْحَهُ وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ وَبَرَكَتَهُ وَهُدَاهُ \

( اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ خَيْرَ هَذهِ الْلَيْلَةِ  فَتْحَهَا وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا وَبَرَكَـتـَهَا وَهُدَاهَا)

 اللَّهُمَّ إِ نِّي أَسْئَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ (هَذهِ الْلَيْلَةِ ) وَخَيْرَ مَا فِيْهِ (هَا) وَخَيْرَ مَا قَبْلَهُ (هَا)وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ (هَا)وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذَا الْيَوْمِ (هَذهِ الْلَيْلَةِ)وَشَرِّ مَا فِيْهِ (هَا) وَشَرِّ مَا قَبْلَهُ (هَا)وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ (هَا). اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ ( أَمْسَيْ) بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ  لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ عَلَى ذَالِكَ.

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدهِ  (10x)

عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ (10x)

عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

(10x)

عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

ويزيد صباحا

 لاَإِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُـلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُـمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (10)

 عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

 

 القاصيدة المشهورة للإمام عبد الله الحداد

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي

Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku

مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

Daripada permintaan dan usahaku

فَدُعَائِي وَابْتِهَالِي

Doa serta permohonanku

شَاهِدٌ  لِي  بِافْتِقَارِي

Sebagai bukti pada kefakiranku

فَلِهَذَا السِّرِّ أَدْعُو

Oleh karena rahasia itu aku berdoa

فِي يَسَارِي وَعِسَارِي

Pada saat aku senang dan susah

أَنَا عَبْدٌ صَارَ فَخْرِي

Aku adalah hamba, menjadi kebanggaanku

ضِمْنَ فَقْرِي وَاضْطِرَارِي

Dalam kefakiran dan keperluanku

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي

Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku

مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

Daripada permintaan dan usahaku

يَا إلَهِي  وَ مَلِيْكِي

Wahai Tuhanku yang memiliki aku

أَنْتَ تَعْلَمُ كَيْفَ حَالِي

Engkau Maha Tahu akan keadaanku

وَبِمَا  قَدْ حَلَّ  قَلْبِي

Dan apa yang berada dalam hatiku

مِنْ هُمُوْمٍ وَاشْتِغَالِي

Dari kesedihan dan kesibukanku

فَتَدَارَكْنِي بِلُطْفٍ

Maka tolonglah aku dengan kelembutan

مِنْكَ يَا مَوْلَى الْمَوَالِى

Dari-Mu wahai Tuhan seluruh hamba

يَا كَرِيْمَ الْوَجْهِ غِثْنِي

Wahai yang Maha Pemurah tolonglah hamba

قَبْلَ  أَنْ يَفْنَى اصْطِبَارِي

Sebelum lenyap kesabaran hamba

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي

Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku

مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

Daripada permintaan dan usahaku

يَا سَرِيْعَ الْغَوْثِ غَوْثًا

Wahai pemberi pertolongan dengan segera

مِنْكَ يُدْرِكْنَا سَرِيْعًا

Berilah kami dengan segera Pertolongan-Mu

يَهْزِمُ  الْعُسْرَ  وَ يَأْتِي

Yang dapat menghilangkan kesulitan dan dapat mendatangkan

بِالَّذِي نَرْجُوْ جَمِيْعًا

Dengan apa-apa yang kami harapkan semua

يَا قَرِيْبًا يَا مُجِيْباً

Wahai yang Maha dekat, dan Menjawab

يَا عَلِيْمًا يَا سَمِيْعًا

Wahai yang Maha Mengetahui dan Mendengar

قَدْ تَحَقَّـقْتُ بِعَجْزِي

Aku mengaku akan kelemahanku

وَخُضُوْعِي وَانْكِسَارِي

Dan ketaatan serta kesedihanku

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي

Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku

مِنْ سُؤَالِي وَاخْتِيَارِي

Daripada permintaan dan usahaku

لمَ ْ  أَزَلْ  بِالْبَابِ  وَاقِفْ

Aku senantiasa menunggu di hadapan pintu rahmat-Mu

فَارْحَمَنْ  رَبِّي  وُقُوْفِي

Wahai Tuhan berikanlah rahmat padaku

وَبِوَادِ الْفَضْلِ عَاكِفْ

Pada lembah kurnia-Mu aku berada

فَأَدِمْ  رَبِّي  عُكُوْفِي

Wahai Tuhanku tetapkanlah keberadaanku di sana

وَلِحُسْنِ الظَّنِّ لاَزِمْ

Aku senantiasa mempunyai prasangka baik

فَهُوَ خِلِّي وَحَلِيْفِي

Ia (prasangka baik) adalah teman dan kawanku

وَأَنَسِي وَجَلِيْسِي

penyenang bagiku dan yang setia bersamaku

طُوْلَ  لَيْلِي  وَ نَهَارِي

Sepanjang malam dan siangku

قَدْ  كَفَانِي  عِلْمُ  رَبِّي

Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku

مِنْ  سُؤَالِي  وَ اخْتِيَارِي

Daripada permintaan dan usahaku

حَاجَةً فِي النَّفْسِ يَارَبْ

Wahai Tuhanku, dalam jiwa ini terdapat hajat

فَاقْضِهَا يَا خَيْرَ قَاضِي

Tunaikanlah Wahai yang Maha Menunaikan

وَ أَرِحْ  سِرِّي  قَلْبِي

Tenteramkanlah rahasia dan hatiku

مِنْ لَظَاهَا وَالشُّوَاظِ

Dari kebimbangan dan pergolakannya

فِي  سُرُوْرٍ  وَ حُبُوْرٍ

Di dalam kesenangan dan kegembiraan

وَإِذاَ  مَا  كُنْتَ  رَاضِي

Dan ketika Engkau merelakan

فَالْهَنَا  وَ الْبَسْطُ  حَالِي

Sungguh aku akan berada dalam ketentraman dan ketenangan

وَشِعَارِي  وَ دِثَارِي

Dan juga (Ketentraman dan ketenangan) menjadi pakaianku

قَدْ كَفَانِي عِلْمُ رَبِّي

Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku

مِنْ  سُؤَالِي  وَ اخْتِيَارِي

Daripada permintaan dan usahaku

Mengeluh

Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan memiliki sifat “haluu’a”, artinya ia selalu berkeluh kesah (jawa: sambat), akibatnya ia kurang mensyukuri nikmat Allah. Sifat keluh kesah itu membuat manusia cepat stress, pusing, darah tinggi, galau, cemas, dan sebagainya.

Bagaimana menaklukkan sifat buruk itu?

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Disebarkan oleh:
مجلس تعليم من رجع و راتب الحداد
Majlis Ta’lim Man Raja’a Dan Ratibul Hadad
Kelurahan Ciptomulya Kecamatan Sukun
Kodia Malang

FAEDAH BACAAN RATIBUL HADAD

Cerita-cerita yang dikumpulkan mengenai kelebihan RatibAl-Haddad banyak tercatat dalam buku Syarah Ratib Al-Haddad, antaranya:

Telah berkata Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Jufri yang bertempat tinggal di Seiyun (Hadhramaut): “Pada suatu ketika kami serombongan sedang menuju ke Makkah untuk menunaikan ibadah Haji, perahu kami terkandas tidak dapat meneruskan perjalanannya karena tidak ada angin yang meniupnya. Maka kami berlabuh di sebuah pantai, lalu kami isikan gerbah-gerbah (tempat isi air terbuat dari kulit) kami dengan air, dan kami pun berangkat berjalan kaki siang dan malam, karena kami khawatir akan ketinggalan Haji. Di suatu perhentian, kami coba meminum air dalam gerbah itu dan kami dapati airnya payau dan asin, lalu kami buangkan air itu. Kami duduk tidak tahu apa yang mesti hendak dibuat.
Maka saya anjurkan rombongan kami itu untuk membaca Ratib Haddad ini, mudah-mudahan Allah akan memberikan kelapangan dari perkara yang kami hadapi itu. Belum sempat kami habis membacanya, tiba-tiba kami melihat dari kejauhan sekumpulan orang yang sedang menunggang unta menuju ke tempat kami, kami bergembira sekali. Tetapi bila mereka mendekati kami, kami dapati mereka itu perompak-perompak yang kerap merampas harta-benda orang yang lalu-lalang di situ.

Namun rupanya Allah Ta’ala telah melembutkan hati mereka setelah mereka tahu kami terkandas di situ, lalu mereka memberi kami minum dan mengajak kami menunggang unta mereka untuk antarkan kami ke tempat sekumpulan kaum Syarif tanpa kami diganggu sama sekali, dan dari situ kami pun berangkat lagi menuju ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji, syukurlah atas bantuan Tuhan karena barakah membaca Ratib Al Hadad.

Cerita ini pula diberitakan oleh seorang yang mencintai keturunan Sayyid, katanya: “Pada waktu saya berangkat dari negeri Ahsa’i menuju ke Hufuf. Di perjalanan, saya melihat kaum Baduwi yang biasanya merampas hak orang yang melintasi perjalanan itu. Saya pun berhenti dan duduk, di mana tempat itu pula saya gariskan tanahnya mengelilingiku dan saya duduk di tengah-tengahnya membaca Ratib ini. Dengan kuasa Tuhan mereka telah berlalu di hadapanku seperti orang yang tidak melihatku, sedang saya memandang mereka.”

Begitu juga pernah terjadi semacam itu kepada seorang alim yang mulia, namanya Hasan bin Harun ketika dia keluar bersama-sama teman-temannya dari negerinya di sudut Oman menuju ke Hadhramaut. Di perjalanan mereka berpapasan dengan gerombolan perompak, maka dia menyuruh orang-orang yang bersamanya membaca Ratib Al Hadad. Alhamdulillah, gerombolan perompak itu tidak mengapa-apakan siapapun, malah mereka lewat dengan tidak mengganggu.

Apa yang diberitakan oleh seorang Arif Billah Abdul Wahid bin Subait Az-Zarafi, katanya: Ada seorang penguasa yang ganas yang dikenal dengan nama Tahmas yang juga dikenal dengan nama Nadir Syah. Tahmas ini adalah seorang penguasa ajam yang telah menguasai banyak dari negeri-negeri di sekitarannya. Dia telah menyediakan tentaranya untuk memerangi negeri Aughan.

Sultan Aughan yang bernama Sulaiman mengutus orang menemui Imam Habib Abdullah Haddad memberitahukan bahwa Tahmas sedang menyiapkan tentara untuk menyerangnya. Maka Habib Abdullah Haddad mengirim Ratib Al Hadad dan menyuruh Sultan Sulaiman dan rakyatnya membacanya. Sultan Sulaiman pun mengamalkan bacaan Ratib Al Hadad dan memerintahkan tentaranya dan sekalian rakyatnya untuk membaca Ratib tsb. dengan bertitah: “Kita tidak akan dapat dikuasai Tahmas karena kita ada benteng yang kuat, yaitu Ratib Haddad ini.” Benarlah apa yang dikatakan Sultan Sulaiman itu, bahwa negerinya terlepas dari penyerangan Tahmas dan terselamat dari angkara penguasa yang ganas itu dengan sebab barakah Ratib Haddad.

Saudara penulis Syarah Ratib Al-Haddad yang bernama Abdullah bin Ahmad juga pernah mengalami peristiwa yang sama, yaitu ketika dia berangkat dari negeri Syiher menuju ke bandar Syugrah dengan kapal, tiba-tiba angin macet tiada bertiup lagi, lalu kapal itu pun terkandas tidak bergerak lagi. Agak lama kami menunggu namun tidak berhasil juga. Maka saya mengajak rekan-rekan membaca Ratib Al Hadad, maka tidak berapa lama datang angin membawa kapal kami ke tujuan dengan selamat dengan berakah membaca Ratib Al Hadad.

Suatu pengalaman lagi dari Sayyid Awadh Barakat Asy-Syathiri Ba’alawi ketika dia belayar dengan kapal, lalu kapal itu telah tersesat jalannya sehingga membawanya terkandas di pinggir sebuah batu karang. Ketika itu angin juga tidak bertiup untuk dapat menggerakkan kapal itu keluar dari bahaya. Kami sekalian merasa khawatir, lalu kami membaca Ratib Al Hadad dengan niat Allah akan menyelamatkan kami. Maka dengan kuasa Allah datanglah angin dan menarik kami keluar dari tempat itu menuju ke tempat tujuan kami.

Maka karena itu saya amalkan membaca Ratib Al Hadad. Pada suatu malam saya tertidur sebelum membacanya, lalu saya bermimpi Habib Abdullah Haddad datang mengingatkanku supaya membaca Ratib, dan saya pun tersedar dari tidur dan terus membaca Ratib Haddad itu.

Di antaranya lagi apa yang diceritakan oleh Syeikh Allamah Sufi murid Ahmad Asy-Syajjar, yaitu Muhammad bin Rumi Al-Hijazi, dia berkata: “Saya bermimpi seolah-olah saya berada di hadapan Habib Abdullah Al Haddad, penyusun Ratib. Tiba-tiba datang seorang lelaki memohon sesuatu kepada Habib Abdullah Al Haddad, maka dia telah memberiku semacam rantai dan sayapun memberikannya kepada orang itu.

Pada hari besoknya, datang kepadaku seorang lelaki dan meminta dariku ijazah (kebenaran guru) untuk membaca Ratib Al Haddad, sebagaimana yang diijazahkan kepadaku oleh guruku Ahmad Asy-Syajjar. Aku pun memberitahu orang itu tentang mimpiku semalam, yakni ketika saya berada di majlis Habib Abdullah Haddad, lalu ada seorang yang datang kepadanya. Kalau begitu, kataku, engkaulah orang itu.”

Dari kebiasaan Syeikh Al-Hijazi ini, dia selalu membaca Ratib Haddad ketika saat ketakutan baik di siang hari maupun malamnya, dan memang jika dapat dibaca pada kedua-dua masa itulah yang paling utama, sebagaimana yang dipesan oleh penyusun Ratib Al Hadad sendiri.

Ada seorang dari kota Quds (Syam) sesudah menghayati sendiri tentang banyak kelebihan membaca Ratib Al Hadad, dia lalu membuat suatu ruang di sudut rumahnya yang dinamakan Tempat Baca Ratib, di mana dikumpulkan orang untuk mengamalkan bacaan Ratib Al Hadad pada waktu siang dan malam.

Di antaranya lagi, apa yang diberitakan oleh Sayyid Ali bin Hassan, penduduk Mirbath, katanya: “Suatu ketika aku tertidur sebelum aku membaca Ratib, aku lalu bermimpi datang kepadaku seorang Malaikat mengatakan kepadaku: “Setiap malam kami para Malaikat berkhidmat buatmu begini dan begitu dari bermacam-macam kebaikan, tetapi pada malam ini kami tidak membuat apa-apa pun karena engkau tidak membaca Ratib. Aku terus terjaga dari tidur lalu membaca Ratib Haddad itu dengan serta-merta.

Setengah kaum Sayyid bercerita tentang pengalamannya: “Jika aku tertidur ketika aku membaca Ratib sebelum aku menghabiskan bacaannya, aku bermimpi melihat berbagai hal yang mengherankan, tetapi jika sudah menghabiskan bacaannya, tiada bermimpi apa pun.”

Di antara yang diberitakan lagi, bahwa seorang pecinta kaum Sayyid, Muhammad bin Ibrahim bin Muhammad Mughairiban yang tinggal di negeri Shai’ar, dia bercerita: “Dari adat kebiasaan Sidi Habib Zainul Abidin bin Ali bin Sidi Abdullah Haddad yang selalu aku berkhidmat kepadanya tidak pernah sekalipun meninggalkan bacaan Ratib Al Hadad. Tiba-tiba suatu malam kami tertidur pada awal waktu Isya, kami tidak membaca Ratib dan tidak shalat Isya, semua orang termasuk Sidi Habib Zainul Abidin. Kami tidak sadarkan diri melainkan di waktu pagi, di mana kami dapati sebagian rumah kami terbakar.

Kini tahulah kami bahwa semua itu terjadi karena tidak membaca Ratib Al Hadad. Sebab itu, kemudiannya kami tidak pernah meninggalkan bacaannya lagi, dan apabila sudah membacanya kami merasa tenteram, tidak suatupun yang akan membahayakan kami, dan kami tidak khawatir lagi terhadap rumah kami, meskipun ia terbuat dari dedaunan korma, dan bila kami tiada membacanya, hati kami tidak tenteram dan selalu khawatir.”

Saya rasa cukup dengan beberapa cerita yang saya sampaikan mengenai kelebihan Ratib Al Hadad dan anda sendiri dapat meneliti apa yang saya tulis di sini, sehingga Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait sendiri pernah mengatakan dalam bukunya Ghayatul Qasd Wal Murad, bahawa roh Saiyidina penyusun Ratib ini akan hadir apabila dibaca Ratib Al Hadad, dan di sana ada lagi rahasia-rahasia kebatinan yang lain yang dapat dicapai ketika membacanya dan ini adalah mujarab dan benar-benar mujarab, tiada perlu diragukan lagi.

Berkata Habib Alwi bin Ahmad, penulis Syarah Ratib Al-Haddad: “Siapa yang melarang orang membaca Ratib ini dan juga wirid-wirid para shalihin, niscaya dia akan ditimpa bencana yang berat dari Allah Ta’ala, dan hal ini pernah terjadi dan bukan omong-omong kosong .”

Berkata Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait Ba’alawi di dalam kitabnya Ghayatul Qasd Wal Murad: Telah berkata Saiyidina Habib Abdullah Haddad: “Siapa yang menentang atau membangkang orang yang membaca Ratib kami ini baik secara terang-terangan atau sembunyi, pembangkangannya itu akan mendapat bencana seperti yang ditimpakan kepada orang-orang yang membelakangi zikir dan wirid atau yang lalai hati mereka dari berzikir kepada Allah Ta’ala .

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatiKu, maka baginya akan ditakdirkan hidup yang sempit .” (Thaha: 124)
Allah berfirman lagi yang artinya: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingat Tuhan Pemurah, Kami beri balak baginya syaitan yang diambilnya menjadi teman. ” (Az-Zukhruf: 36 )
Allah berfirman lag yang artinyai: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingat Tuhannya, Kami akan memberinya siksa yang menyesakkan nafas. ” ( Al-Jin: 17).

Ratib Al- Haddad dan Husnul Khatimah

Diantara berkat Ratib Al-Haddad ialah siapa yang senatiasa membaca Ratib Al-Haddad, insya’ Allah, ia akan dikaruniai Husnul–Khatimah. Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad Syarah bil Al-Asyram dalam tulisannya mengenai manaqib (Kisah kebajikan orang-orang yang telah wafat) Sayyid ‘Abdullah Al-Haddad, pada pembicaraannya tentang Ratib Al-Haddad mengatakan “Aku mendengar bahwa penyusun ratib (Sayyid ’Abdullah Al-Haddad) pernah berkata, “Barangsiapa yang membiasakan diri membaca ratib ini (Ratib Al-Haddad) ia akan dikaruniai Husnul-Khatimah .”

As-Sayid Ahmad bin Zain Al Habsyiy ‘Alawiy di dalam Syarhul Washiyyah, setelah mengetengahkan soal Ratib Al-Haddad ia berkata sebagai berikut, “Aku pernah mendengar, bahwa para ahlush-shalah (orang-orang saleh) mengatakan bahwasanya Sayyid ‘Abdullah Al-Haddad pernah berkata, “Barangsiapa membaca ratib ini, khususnya al-Jalalah (yakni lafadzul-jalalah, yaitu lafal Allah) dengan tertib dan khusyuk (khudhu’) disertai keyakinan dan niat yang sungguh-sungguh, dan melengkapkan ucapan lafal tersebut seribu kali, niscaya akan tampak olehnya suatu cahaya dan futuh (Peristilahan khas kaum sufi, yang berarti terbukanya hijab yang menutupi mata hati manusia dari Allah, Tuhannya)
Sayyid Ahmad bin Zain Al-Habsyiy ‘Alawi lebih jauh mengatakan, “Saudaraku pernah mengamalkan hal itu, kemudian tampak olehnya secercah cahaya dari Allah SWT.”

Apa lagi yang hendak diterangkan mengenai Ratib Al Hadad untuk mendorong anda supaya melazimkan diri mengamalkan bacaannya setiap hari, sekurang-kurangnya sehari setiap malam, mudah-mudahan anda akan terbuka hati untuk melakukannya dan mendapat faedah dari amalan ini.